Selasa, 04 Oktober 2016


Nama: Muhammad rifqi zuhdi

Nim: 1602025126
Mata kuliah: PKN
nama saya muhammad rifqi zuhdi lahir di jakarta tanggal 28 agustus 1998
Alasan kenapa saya masuk UHAMKA karena saya tidak dapat negeri dan saya memilih fakultas ekonomi
jurusan manajemen UHAMKA cita-cita saya sendiri menjadi seorang CEO , padahal kalau dilihat dari latar belakang saya sendiri adalah siswa lulusan SMA jurusan IPS, sbenarnya cita-cita utama saya adalah menjadi seorang polisi , karena selain saya amat sangat menyukai dunia yang berbau kriminal , polisi adalah pekerjaan yang mulia, bisa membantu orang dalam melayani masyarakat indonesia mempelajari struktural terhadap kriminal-kriminal yang terjadi di sekitar kita harus di sigap makhluk ciptaan Tuhan yang maha esa adalah sangat menyenangkan kita jadi tahu bagaimanakah  kebesaran Tuhan menciptakan Hambanya dengan amat sangat sempurna . Namun karena kemampuan ayah saya inia kasihan tidak ada meneruskan ekonomi jadi saya-lah kakak-kakak saya bukan lulusan ekonomi jadi orang tua lah yang membuat saya mundur untuk melanjutkan cita-cita saya yang menjadi polisi . kalau ayah saya hanyalah seorang karyawan/pegawai PLN indonesia power bunda saya seorang ibu rumah tangga dan
seorang aktivis partai politik atau disingkat parpol Sejak dari kelas 3 SMA saya sudah mempunyai cita-cita untuk menjadi seorang CEO . para dewan guru bidang BP/BK SMA saya disuruh saya selalu mengarahkan untuk mengambil dunia pendidikan setelah lulus SMA karena kemampuan untuk menjadi guru sejarah atau geografi


Setelah saya mengurungkan niat saya untuk menjadi seorang CEO, saya mulai bergegas untuk ancang-ancang atau siap-siap dengan cita-cita saya yang ke dua. Saya waktu itu mengikuti bimbel untuk masuk ke SMBPTN , beiringan dengan SMBPTN . namun karena hasil ujian tertulis SBMPTN  saya gagal untuk masuk ke Universitas negeri pun saya jadi malas, selain karena saat itu saya masuk UHAMKA . saya sudah merasa pesimis untuk masuk ke negeri , dan akhirnya ayah saya memberikan saran untuk meneruskan di universitas UHAMKA . sampai saat ini saya merasa nyaman-nyaman saja , belum ada hambatan yang begitu berarti yang saya hadapi saat ini .


Tetapi setelah saya satu bulan kuliah di UHAMKA alhamdullah memiliki cita-cita baru, saya ingin menjadi seorang dosen , karena bagi saya dosen adalah salah satu pekerjaan yang mulia mendidik anak bangsa , padahal sebelumnya saya sedikit alergi untuk menjadi tenaga pendidik . tapi justru sekarang tapi malah ingin menjadi seorang Pengusaha di sebuah Universitas tersebut.

Saat ini kegiatan saya dikampus hanya menikmati menjadi seorang mahasiswa. Karena selain saya baru tingkat 1 semester satu jadi saya tidak bisa part time , nanti saya akan mencoba melamar menjadi Masuk Hima manajemen , DPM dan IMM organisasi lainnya . BEM Ekonomi UHAMKA sendiri saya belum mencoba , karena saya takut mengganggu kuliah saya .


Sampai saat ini hambatan-hambatan belum ada , hanya saya agak sulit beradaptasi dengan lingkungan yang baru  teman baru , karena saya sendiri meiliki sifat yang agak kurang suka bergaul . jadi mungkin itu salah satu hambatan terbesar saya saat ini .


Obsesi saya setelah lulus kuliah nanti jelas saya ingin menjadi seorang CEO yang handal disebuah perusahaan ternama . dan saya juga ingin menjadi seorang dosen sebagai pekerjaan sampingan saya . dan jelas apapun yang ingin saya lakukan nanti semata-mata hanya ingin membahagiakan kedua orang tua saya yang telah mengurus saya sejak kecil menuntutkan pendidikan sampai kejenjang perkuliahan . tanpa mereka apalah artinya saya kalau begitu .
Setelah saya lulus dari UHAMKA nanti saya ingin bikin lapangan kerja buat yang PHK atau saya ingin menjadi manajer perusahaan tersebut dan ingin menjadi negara indonesia yang maju dan pesat ini cerita saya yang mimpikan sekian dan terima kasih

Lapangan Kerja Untuk Pengangguran
Lapangan kerja penuh, dalam makroekonomi, adalah tingkat tingkat lapangan kerja bila tidak ada pengangguran siklis[1]. Hal ini didefinisikan oleh mayoritas ekonom arus utama sebagai tingkat yang dapat diterima pengangguran alami di atas 0%, perbedaan dari 0% menjadi karena non-siklis jenis pengangguran.
Tenaga kerja
Tenaga kerja merupakan penduduk yang berada dalam usia kerja. Menurut UU No. 13 tahun 2003 Bab I pasal 1 ayat 2 disebutkan bahwa tenaga kerja adalah setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan guna menghasilkan barang atau jasa baik untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun untuk masyarakat. Secara garis besar penduduk suatu negara dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu tenaga kerja dan bukan tenaga kerja. Penduduk tergolong tenaga kerja jika penduduk tersebut telah memasuki usia kerja. Batas usia kerja yang berlaku di Indonesia adalah berumur 15 tahun – 64 tahun. Menurut pengertian ini, setiap orang yang mampu bekerja disebut sebagai tenaga kerja. Ada banyak pendapat mengenai usia dari para tenaga kerja ini, ada yang menyebutkan di atas 17 tahun ada pula yang menyebutkan di atas 20 tahun, bahkan ada yang menyebutkan di atas 7 tahun karena anak-anak jalanan sudah termasuk tenaga kerja.
Berdasarkan penduduknya
  • Tenaga kerja
Tenaga kerja adalah seluruh jumlah penduduk yang dianggap dapat bekerja dan sanggup bekerja jika tidak ada permintaan kerja. Menurut Undang-Undang Tenaga Kerja, mereka yang dikelompokkan sebagai tenaga kerja yaitu mereka yang berusia antara 15 tahun sampai dengan 64 tahun.
  • Bukan tenaga kerja
Bukan tenaga kerja adalah mereka yang dianggap tidak mampu dan tidak mau bekerja, meskipun ada permintaan bekerja. Menurut Undang-Undang Tenaga Kerja No. 13 Tahun 2003, mereka adalah penduduk di luar usia, yaitu mereka yang berusia di bawah 15 tahun dan berusia di atas 64 tahun. Contoh kelompok ini adalah para pensiunan, para lansia (lanjut usia) dan anak-anak.

Berdasarkan batas kerja

  • Angkatan kerja
Angkatan kerja adalah penduduk usia produktif yang berusia 15-64 tahun yang sudah mempunyai pekerjaan tetapi sementara tidak bekerja, maupun yang sedang aktif mencari pekerjaan.
  • Bukan angkatan kerja
Bukan angkatan kerja adalah mereka yang berumur 10 tahun ke atas yang kegiatannya hanya bersekolah, mengurus rumah tangga dan sebagainya. Contoh kelompok ini adalah:
  1. anak sekolah dan mahasiswa
  2. para ibu rumah tangga dan orang cacat, dan
  3. para pengangguran sukarela

Berdasarkan kualitasnya

  • Tenaga kerja terdidik
Tenaga kerja terdidik adalah tenaga kerja yang memiliki suatu keahlian atau kemahiran dalam bidang tertentu dengan cara sekolah atau pendidikan formal dan nonformal. Contohnya: pengacara, dokter, guru, dan lain-lain.
  • Tenaga kerja terlatih
Tenaga kerja terlatih adalah tenaga kerjayang memiliki keahlian dalam bidang tertentudengan melalui pengalaman kerja. Tenaga kerja terampil ini dibutuhkan latihan secara berulang-ulang sehingga mampu menguasai pekerjaan tersebut. Contohnya: apoteker, ahli bedah, mekanik, dan lain-lain.
  • Tenaga kerja tidak terdidik dan tidak terlatih
Tenaga kerja tidak terdidik dan tidak terlatih adalah tenaga kerja kasar yang hanya mengandalkan tenaga saja. Contoh: kuli, buruh angkut, pembantu rumah tangga, dan sebagainya

Masalah Ketenagakerjaan

Berikut ini beberapa masalah ketenagakerjaan di Indonesia.
  • Rendahnya kualitas tenaga kerja
Kualitas tenaga kerja dalam suatu negara dapat ditentukan dengan melihat tingkat pendidikan negara tersebut. Sebagian besar tenaga kerja di Indonesia, tingkat pendidikannya masih rendah. Hal ini menyebabkan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi rendah. Minimnya penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menyebabkan rendahnya produktivitas tenaga kerja, sehingga hal ini akan berpengaruh terhadaprendahnya kualitas hasil produksi barang dan jasa.
  • Jumlah angkatan kerja yang tidak sebanding dengan kesempatan kerja
Meningkatnya jumlah angkatan kerja yang tidak diimbangi oleh perluasan lapangan kerja akan membawa beban tersendiri bagi perekonomian. Angkatan kerja yang tidak tertampung dalam lapangan kerja akan menyebabkan pengangguran. Padahal harapan pemerintah, semakin banyaknya jumlah angkatan kerja bisa menjadi pendorong pembangunan ekonomi.
  • Persebaran tenaga kerja yang tidak merata
Sebagian besar tenaga kerja di Indonesia berada di Pulau Jawa. Sementara di daerah lain masih kekurangan tenaga kerja, terutama untuk sektor pertanian, perkebunan, dan kehutanan.Dengan demikian di Pulau Jawa banyak terjadi pengangguran, sementara di daerah lain masih banyak sumber daya alam yang belum dikelola secara maksimal.
Terjadinya krisis ekonomi di Indonesia banyak mengakibatkan industri di Indonesia mengalami gulung tikar. Akibatnya, banyak pula tenaga kerja yang berhenti bekerja. Selain itu, banyaknya perusahaan yang gulung tikar mengakibatkan semakin sempitnya lapangan kerja yang ada. Di sisi lain jumlah angkatan kerja terus meningkat. Dengan demikian pengangguran akan semakin banyak.